di ujung penantian ku slama ini



DI UJUNG PENANTIAN KU SLAMA INI

                Kring ….kring….kring ….suara  jambeker ku mulai terdengar ketik ajarum  jam menunjuk keangka 05.00 WIB seolah olah ingin membangunkan ku meski aku telah terbangun terlebih dahulu. Mentari pagi mulai menampakan sinarnya dari balik megahnya bangunan bangunan yang menjulang tinggi. 
        Kenalin namaku SALSA NUR AINI  tapi lebih akrab di panggil SALSA. Aku sekolah di salah satu sma ternama di bandung yaitu SMA 17 HARAPAN BANGSA. Aku sekarang duduuk di bangku kelas X. Huh sebenarnya hari ini aku enggan melangkahkan kaki ku keluar.Karena peristiwa kemarin yang membuatku begitu kecewa.Ku lempar pandangan ku keluar jendela.Peristiwa itu berawal dari pertemuanku dengan ALIF di tangga yng menuju kelas X4 kulihat Alif yang sedang asik mengobrol . Aku hanya bisa tersenyum manis saat berpapasan dengan mereka meski hati kecil ku tak bisa tersenyum. Lamun ku terhenti ketika ada seorang yang mengetuk pintu kamarku. TOK …TOK... TOK… rupanya yang mengetuk pintu itu adalah RITA sahabatku .
          Sebenarnya pagi ini aku diajak rita untuk menemaninya lari pagi. Tanpa setahu ku rita juga mengajak alif dan kakreyhan.
“Ya bentar tunggu” sahutku
“Cepettan dong”suara ritatedengar melengking di telingaku
Saat di tenggah jalan setapak rita asik dengan alif sedangkan aku ,aku ditinggal begitu saja dengan kakreyhan . Saat itu pun kami terlihat canggung.Sebenarnya aku dan kak reyhan hanya selisih satu tahun dan kami sekolah di sma yang sama hanya saja kak reyhan duduk di kelas XI. Saat kami tiba di jalan setapak yang menghubungkan kami ke sebuah  menuju taman  tiba –tiba langkah ku mulai pelan dan semangat ku mulai memudar ketik aku lihat alif dan rita asik berdua melangkah menjauhi kami tanpa mempedulikan kami.
“Capek kalau capek istirahat dulu” suara kaka reyhan
“lumayan kak”
“Nih minum dulu biar gak kehausan ”suara kak reyhan yang memecah kesunyian dan salah satu tanggannya menyodorkan sebotol air mineral .
Kami pun memutuskan untuk melanjutkan perjalanan kami menyusul mereka di taman kota. Di sebuah bangku taman mereka terlihat sangat asik duduk bersebelahan
“dari mana saja sih kalian?”Tanya mereka kepada kami yang baru beberapa menit sampai.
          Aku hanya bisa tersenyum tapi ingin sekali ku meremas –remas botol air mineral ini ada satu hal yang mengganjal pikiranku. Aku pun memutus kan untuk pulang lebih dahulu.Setiba ku di kamar ku hempas kan tubuh ku kekasur, ku ambil buku hitam kesayangan ku .Sepasang tangan yang sedang sibuk dengan pulpen besserta buku .Sepasang telinga yang terselip sebuah headsead terdengar sebuah lagu yang tak asing lagi bagi telinggaku .Aku pun mulai bernostalgia



 

                              Dear diary
           Huh…hari ini aku sebel banget sama kamu yang gak peka sama aku. Apa aku salah jatuh cinta sama kamu ? apa aku salah kalau aku suka samacowok yang di sukai sahabatku sendiri?apa aku harus mengalah?
           Mungkin kamu tak tahu dan takkan pernah tahu isi hatiku/kamu gak mau tau isi hati ku ini. Mungkin hanya sebuah buku ini dan goresan pena ini yang dapat mengerti isi hatiku.…..ya TUHAN jika dia bukan untukku tolong iklaskanlah hatiku ini.


Keesokanharinya
Tin..tin…tin ..dari arah belakang terdengar suara klason motor. Terlihat dari sepion ini motor alif. Ku palingkan muka agar dapat melihat siapa dia.Dan ternyata bukan alif.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hikayat Ibnu Hasan

Melukis Pelangi di Lembaran Lensa Fisis

Mitos yang ada di Masyarakat Terkait HIV&AIDS